>>>
you're reading...
Religion & Filsafat

Pembeli dan Penjual Dagangan Iblis. Lha Kita??

Siang selepas sholat jumat pasar itu kembali ramai seperti sedia kala, pun saat hari minggu, pasar itu ramai setelah kebaktian selesai. Kecuali hari sabtu, pasar tersebut libur untuk menghormati umat Musa, pun saat Nyepi.  Warna-warni dagangan bergumul mesra dengan teriakan – teriakan pedagang menjajakan dagangannya.

“Mari-mari mampir sini…agama ini paling baik lho. agama paling sempurna dan telah disempurnakan !” teriak pedagang dari lapak berlabel tulisan Islam di atas bumbungannya.

“Bapak-bapak, ibu-ibu mampir sini. Ini agama yang sampeyan cari. Ini jalan keselamatan buat kalian semua. Ini yang paling baik!” sahutan dari lapak sebelah yang tak kalah nyaringnya. Lapak si Nasrani.

Lapak milik Yahudi tidak mau kalah, “mampir pak – bu, monggo dilihat-lihat. Ini yang terbaik, pilihan dari yang terpilih !”

“Mari dilihat-lihat dulu..ini dagangan untuk memberikan kedamaian kalbu. Ini agama terbaik buat kita semua !” teriakan dari lapak di seberang jalan, milik Budha

“ini ibu, ini bapak…dipilih-dipilih..ayo ini agama untuk keharmonisan kita semua..terbaik dari yang paling baik!” teriakan menyahut dari sebelah lapak Nasrani milik si Hindu

Seperti itu “dagangan” agama dari kacamata saya seorang yang awam ini. Lantas apakah ada yang salah dari teriakan – teriakan itu? kalau ada pembaca yang menggangap salah satu teriakan baik dari lapak milik Yahudi, Islam, Nasrani, Budha atau dari Hindu, atau bahkan semua teriakan itu salah, mungkin lebih baik sampeyan sudahi dulu membaca artikel yang gak mutu ini. Jangan diteruskan. Geser mouse dan klik menu yang lain.

Ibarat pedagang—analogi ini tidak tepat seratus persen—pasti menganggap barang dagangannnya paling bagus dari yang lain. Wajar itu! Tidak ada yang salah dengan anggapan tersebut. Terbukti semua pedagang berjualan dengan normal dan aman. Tidak ada caci-maki dan saling hujat. Keharmonisan yang sama, terjalin sejak ribuan tahun lalu di pasar tersebut. Tidak ada yang berubah.

Bila seorang pedagang pede dengan barang yang dijualnya, hal ini juga berlaku untuk pemeluk agama yang taat. Mereka punya hak untuk saling teriak apa yang diyakini itulah yang paling benar. Jalan keselamatan ter-aman dan tuntunan hidup ter-lurus menuju garis finish kehidupan. Silahkan hal tersebut kalian pegang dan jalani sebaik-baiknya. Masing-masing. Tidak ada yang berhak melarang, termasuk saya. Lha semua sudah disediakan lapaknya sendiri-sendiri (QS, Al-Baqarah : 148)

Larangan akan berlaku bila keyakinan yang kita yakini paling ter dari yang paling ter,  dijadikan alat untuk menghakimi keyakinan dan agama lain itu SALAH!

“Saya BENAR, sampeyan SALAH!!!”

Perkataan inilah biang  penyakit yang dibawa turun ke bumi berbarengan waktunya ketika Adam dan Hawa terusir dari surga tanpa kita sadari. Dagangan yang dibawa iblis(maaf buat iblis, bukan saya yang menuduh) sang malaikat terkasih Tuhan yang terusir turun ke bumi untuk mencari konsumen sebanyak-banyaknya dari turunan Adam dan Hawa. Dan Tuhan pun meng-amini dagangan Iblis tersebut. Tidak ada bantahan (QS,Al-A’raf: 12-16)

Lantas siapa yang menunjuk kita menjadi juri dan memberi hak untuk menudingkan jari telunjuk tepat ke hidung pemeluk agama lain dan mengatakan dengan lantang “agamamu palsu! agamamu unmoral! agamamu kuno! agamamu teroris!”

“Ibliskah?”

Yang jelas, jalan hidup—agama adalah jalan hidup, bukan jalan kematian— yang saya pilih tidak memberikan titah kepada saya untuk sibuk menjadi hakim bagi pemeluk jalan hidup lainnya. Namun memberi saya petuah, bahwa yakinlah dengan jalan hidupmu, yakinlah dengan agamamu, yakinlah bahwasanya pilihanmu itulah yang paling benar. Tanpa pernah mengatakan mereka di luar kaummu itu bejat atau sama saja. Perbedaan itu tetap ada, tidak bisa disamakan (QS Huud: 118-119)

Advertisements

About Tototapalnise

Rakyat Indonesia yang cinta hati, jiwa dan raga untuk bangsanya.

Discussion

4 thoughts on “Pembeli dan Penjual Dagangan Iblis. Lha Kita??

  1. Well said. 🙂

    Posted by nandobase | October 10, 2011, 5:26 pm
  2. ideologi pancasila menyatakan ciri2 dalam bidang agama bahwa indonesia adalah negara yang leligius yang berketuhanan yang maha esa selama tidak bertentangan dengan pasal 29 RI tahun 1945 yang sudah di tentukan pemerintah.

    Posted by Azi Liorafa | November 8, 2011, 6:46 pm
  3. pindahkan obyek kajian ke subyek kajian, maka kita akan lihat siapa yang benar2 beriman dan siapa yang sekedar jaim tapi banyak omong 🙂 dan promo ini lebih baik dari itu dst.

    Posted by wahyono kuntohadi | November 9, 2011, 9:31 am

Tinggalkan pesan :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 10,119 Ciluk baaa!!

Ragam Tulisan

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Alexa Certified Site Stats for indonesiakusociety.wordpress.com
%d bloggers like this: