>>>
you're reading...
Pendidikan

Kutu Buku, Kutu Busuk dan Bintang Porno

Nongkrong di Masa Muda

Kemarin gara-gara melihat blog punya temanya  teman di sini. Ada yang menarik perhatian saya. Klik langsung, dan meluncur ke web ini. Wah menarik pikir saya. Buru-buru sign up, edit profil, add content dan jadilah.

Goodreads namanya. Tempat ngumpulnya para pembaca buku dengan banyak koleksi dan review yang beraneka ragam. Sampai di sini saya akui, saya kuber alias kurang browsing and surfing hingga kelenger! baru tahu ada web bagus ini..hehehehe. “Cucok bin cocok untuk yang suka dan rajin baca buku,” pikir saya.

Buang si Kutu Buku!!

Mari kita tinggalkan sejenak goodreads. Sekarang mari kita bahas masalah kutu.

“Lho kok kutu?”

Maksudnya kutu buku. Istilah keren yang ditempelkan ke jidat orang-orang penyuka buku. “Siapa yang nempelin?”

Saya berani jawab, “ya orang yang tidak suka baca buku..hehehe.”

Tapi tenang saja, tidak ada istilah kutu buku di sini. Karena Istilah kutu buku saya yakini secara tidak langsung menjauhkan anak-anak Indonesia untuk mencintai membaca buku. Menjauhkan anak-anak bangsa untuk takut masuk perpustakaan dan membunuh niat mereka untuk membeli buku.

Karena gambaran kutu buku yang ditanamkan ke masyarakat selama ini — sadar gak sadar — jauh banget dari citra keren. Lihat saja di sinetron. Kutu buku itu digambarkan; berkacamata tebal, kuper alias kurang pergaulan, penakut dan grogian. Pencitraan yang ngawuuurr!!! Maka jauhi sinetron, banyak bohongnya.

Minat baca rendah, minat buat film porno meningkat

Itu faktanya, dan dalam hal ini saya tidak tega untuk membohongi anda. Fakta yang berbicara. Gadis SMP yang belum bisa pasang, maaf pembalut dengan benar, sudah berani jadi bintang film porno. Ingat kasus Turen kemarin, saya sendiri sibuk mencari videonya sampai sekarang. Hebat bukan?   😛

Kembali berbicara tentang video porno, sudah tidak usah dibahas di sini. Sudah berjibun yang membahasnya dan men ‘donwload‘ nya. Minat membaca yang akan saya bahas. Minat baca yang sangat rendah. Lebih rendah bahkan dibandingkan dengan negara yang selalu kita anggap saingan terdekat, Malaysia. Ironis bukan?

Fakta yang menyakitkan tersebut diungkap oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Sri Sularsih pada dialog bertajuk “Membaca Bangkitkan Karakter Bangsa” di gedung Perpustakaan Nasional di Jakarta (Antara 25/05/11)

Malaysia yang selama ini menjadi “rival” terdekat kita, lagi-lagi mampu mengalahkan kita. Bangsa yang katanya serumpun itu ternyata minat bacanya jauh lebih unggul dibanding bangsa yang dulunya pernah besar ini. Jadi wajar kalau kita pasti kalah satu dua langkah dibanding mereka. Mereka mau belajar, lha kita?

Itu baru Malaysia, kalau Singapura? Jangan ah, tambah malu saya mengatakannya. Perbandingannya bagai beauty and the beast. Indeks mereka telah mencapai 0,45 sedangngkan kita baru 0,001.

Yang artinya satu buku dibaca seribu orang Indonesia. “Wooww…sesuatu banget!!” teriak Syahrini histeris.

Membaca dan korupsi

Saya berharap data tersebut salah besar. Tetapi itu benar adanya. Mungkin ini jawaban kenapa negara kita menjadi negara terkorup di Asia Pasifik dan menduduki peringkat ke 47 dari 65 negara terkorup dan tidak adil di dunia(Tribunnews 12/09/11).

Karena kita dari kecil tidak dididik untuk gemar membaca. Hanya diajarkan untuk gemar menabung dan menabung, yang akhirnya saat sudah gede, saat sudah menduduki jabatan atau posisi basah, dicarilah celah memperkaya diri dengan menabung. Tapi menabung uang korupsi. Kalau ini saya setuju mereka digelari si kutu busuk.

Padahal dengan membaca kita tahu isi dunia. Dengan membaca kita buka cakrawala jiwa. Dengan membaca kita paham agama.  Dengan membaca tidak ada lagi buta aksara.  Dan dengan membaca pula kita jadi tahu apa arti perkataan “alhamdulillah, sesuatu banget” milik Syahrini :p

Dengan membaca saya tahu masa kecil dari Temujin. Dengan membaca saya sadar ada perompak berseragam di Selat Malaka yang sukanya malak nelayan kecil. Dengan membaca saya diingatkan ada dua bidadari di samping saya. Dengan membaca saya bertekad bulat dan mampu untuk berhenti merokok. Buang istilah kutu buku dan mari secara berjamaah kita masukkan si kutu busuk untuk ikut program kejar paket A, B dan C. Karena si kutu busuk tidak hanya buta aksara, tapi buta segalanya 😛

Dengan membaca pula saya tahu ini bulan September, dan saya ucapkan selamat untuk bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan.

Sumber referensi: Antara / Tribunnews / Faizmansyur / radar lampung

Advertisements

About Tototapalnise

Rakyat Indonesia yang cinta hati, jiwa dan raga untuk bangsanya.

Discussion

8 thoughts on “Kutu Buku, Kutu Busuk dan Bintang Porno

  1. sesuatu banget deh…alhamdullilah yah…:P

    Posted by Koki Imut | September 28, 2011, 8:10 am
  2. Turen? *browsing *giat mencari informasi

    Posted by Dwima A Purbasari (@miss_ima) | September 28, 2011, 9:34 am
  3. Hehehe..sedih banget deh rakyat Indonesia ini. Selain menabung, kita juga hanya digiatkan untuk bicara. Makanya suka gak sabaran mendengar bicara orang, suka motong pembicaraan, ogah mendengar, dan nyerocos mau menang sendiri. Tapi kalau kalau dikasih ngomong, apa yg diomongkan juga gak jelas, ngambang kaya kotoran di kali. Itu karena koleksi vocabnya terbatas. Coba kalau rajin baca, mungkin Bahasa Indonesia juga ikut berkembang

    Posted by Evi | September 28, 2011, 11:16 am
    • Lebih luas lagi bu… tidak disiplin buat ngantri. Nunggu lampu merah. Trotoar buat laju motor dan jualan kaki lima. Buang sampah di sungai dll dll.. itu efek dari kurangnya pengetahuan. Dan salah satu pengetahuan itu didapat ya dengan membaca.

      Ya mari mulai dari diri kita saja dulu.. kalau nunggu pemerintah sepertinya bakal jadi nasi basi 😀

      Posted by Tototapalnise | September 29, 2011, 7:05 am
  4. Sepertinya begitu jeng..yang jelas apapun itu yang menarik bakal saya samperin..hehehe

    Posted by Tototapalnise | September 29, 2011, 7:09 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Jurnal Transformasi » buku - September 29, 2011

Tinggalkan pesan :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 10,061 Ciluk baaa!!

Ragam Tulisan

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Alexa Certified Site Stats for indonesiakusociety.wordpress.com
%d bloggers like this: