>>>
you're reading...
Motivasi & Prestasi, Religion & Filsafat

Sholat Dhuha & Dua Bidadari

Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah

Alhamdulillah mungkin baru kata itu yang bisa saya ucapkan. Setelah sekian lama hidup dan beragama, baru pagi ini saya berkesempatan untuk melaksanakan sholat Dhuha. Iya…setelah sekian lama hanya punya niat untuk melaksanakan sholat Dhuha, baru hari ini, pagi tadi niat itu terwujud.

Kok bisa?

Hahaha…iya. Ini terjadi setelah kembali saya diingatkan akan adanya dua bidadari dalam kehidupan yang saya jalani saat ini. Saya kembali disadarkan bahwa dua bidadari ini ada untuk saya, gak kemana-mana. Dua bidadari yang insya Allah selalu membantu saya menguak kesempatan dan rejeki dalam tiap usaha yang saya jalani, baik dunia maupun akhirat..amiin.

Dua bidadari itu adalah orang tua dan kekasih saya, yang insya Allah bulan depan nanti akan saya nikahi. Calon pendamping hidup yang shalehah. Sekali lagi alhamdulillah saya diingatkan adanya mereka yang sangat berpengaruh dalam kehidupan saya saat ini dan nanti kelak.

Trus apa hubungannya dua bidadari dengan sholat Dhuha?

Secara langsung sih gak ada. Maksudnya, bukan karena sholat Dhuha itu maka dua bidadari itu akan hadir. Bukan karena sholat Dhuha maka kesalahan – kesalahan dan dosa kita kepada mereka akan termaafkan. Bukan itu.

Jawabannya, saya ingin memberikan yang terbaik kepada dua bidadari tersebut. Ingin menyamakan visi kedepan dengan orang tua saya dan pendamping hidup saya. Membahagiakan dan mensejahterakan mereka… amiin.

Selama ini usaha kearah sana sudah dan selalu saya lakukan walau mungkin belum optimal saya rasa. Doa untuk mereka hanya terpanjatkan saat sholat wajib saja. Padahal banyak impian dan cita-cita besar untuk mereka dan untuk saya pribadi.

Kuncinya, saya harus memperbaiki diri dulu. Melongok kedalam janga lupa. Jangan keasyikan melihat keluar, tapi ternyata diri kita sendiri belum pantas di mata-NYA.

Sholat Dhuha pagi tadi merupakan pijakan saya untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kemampuan saya untuk menjemput karunia dan rejeki dari tangan-NYA. Sedangkan semua itu perlu yang namanya ridho dari-NYA. Nah…ridho itu kita memerlukan bantuan dua bidadari yang saya maksud diatas, orang tua kita, terutama ibu dan pasangan hidup kita dengan doa dan restu mereka.

Paham belum sampai sini?

Semoga tulisan saya tidak bikin pusing ya. Jadi ternyata semua itu saling berkaitan teman. Kita tidak bisa berdiri sendiri, karena semua merupakan satu paket untuk meraih yang terbaik dalam kehidupan saat ini dan nanti di akhirat.

Jadi tadi sebelum sholat Dhuha, saya menelepon dulu ibu di Jakarta. Meminta maaf kepada beliau dan meminta untuk doa dan restunya. Entah kenapa pasti ada linangan air mata bila saya mendengar petuahnya. Saya ingin menyamakan visi dan misi dengan beliau, dan tentu pasangan hidup yang akan saya nikahi. Agar usaha dan ibadah saya bertambah kuat. Supaya kemudahan dan keajaiban rizki-NYA mampu kami raih…aminn.

Orang tua kita, diri kita, pasangan hidup kita dan tak lupa keluarga kita adalah satu tim. Satu jamaah besar…dan insya Allah bila jamaah besar ini satu niat dan satu tujuan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dunia dan akhirat insya Allah atas ijin-NYA dalam genggaman kita.

Ngomong-ngomong, kenapa negara ini, Indonesia tidak maju-maju ya? Seperti jalan di tempat. Kisruh sana, kisruh sini. Ya mungkin jawaban ada di atas tadi, kita masyarakat Indonesia belum satu visi, satu tujuan, satu cita-cita dan satu harapan. Lha gimana mau satu tujuan kalau pemimpinnya saja asyik fitnah, saling tuduh, saling lempar kesalahan. Lempar batu sembunyi tangan…nah itu tangan siapa?

Mari mulai dari menengok ke dalam 😀

Inspirasi tulisan ini saya dapat dari buku  ‘7 Rahasia Rejeki’

Advertisements

About Tototapalnise

Rakyat Indonesia yang cinta hati, jiwa dan raga untuk bangsanya.

Discussion

3 thoughts on “Sholat Dhuha & Dua Bidadari

  1. menarik mas mengenai yg dua bidadari… terutama bidadari yg kedua, yaitu kekasih/calon/istri
    atau yg biasa dikatakan jodoh oleh orang-orang kebanyakan…
    seperti yg pernah sy baca di buku “7 keajaiban rejeki” karya Ippho siapa gitu lupa saya 😀

    boleh nanya gak?
    bagaimana kita bisa tahu/yakin bahwa seseorang itu adalah jodohh kita…
    saya sdh sholat istiqoroh, tahajud untuk memohon petunjuk dari Allah
    dan juga sy sudah meyakinkan diri sendiri dan meneguhkan diri untuk nikah sama seseorang itu…
    apakah itu sudah termasuk jawaban bahwa seseorang itu adalah jodoh kita?

    terima kasih

    Posted by fajar | September 26, 2011, 12:41 am
    • Mas Fajar.. kalau menurut analisa saya ya..jodoh itu orang yg dipertemukan Tuhan kepada kita saat ini. Jadi bisa mas Fajar saat ini sudah serius ma si A ya itu insya Allah bakal jadi jodoh mas. Kenapa saya bilang begitu, karena manusia itu tahu hanya dulu, tadi dan saat ini. Kita gak tahu nanti gimana..bener?

      Nah tinggal dibarengi ma usaha anda. Bagaiman menjaga jodoh anda ini baik2. Yakin saja mas kalau dia memang yg terbaik buat anda. Lain cerita bida disamping si A ada si B or C or D..nah ini baru saya bingung ikut rembuknya.

      Saat inipun demikian dengan saya..saya yakinkan pada diri sendri, ini jodoh saya dan insya Allah nanti bulan November ini saya akan mengucap ijab kabul di sampingnya..

      sekali lagi mas Fajar, yakin saja dia yg terbaik buat kita. Ini dgn kata lain, kita sudah belajar berbaik sangka kepada Allah. Bukankah Allah gak bakal ngasih kita yang jelek2…pikiran manusia yg jelek…betul?

      semoga bisa sedikit membantu 🙂

      Posted by Indosociety | September 26, 2011, 3:09 am
  2. Mo numpang nimbrung :D, hidup itu semuanya pilihan mas fajar….sholat istikhoroh, sholat tahajud itu media kita buat meyakinkan pilihan kita. Saya pernah diskusi soal ini dengan teman saya, teman saya bilang, jawaban atas doa2 kita dalam sholat istikhoroh ataupun tahajud itu biasanya akan terasa dengan kemantaban hati kita mas.

    Apapun pilihan mas fajar, yakin saja. Alloh Maha Tahu, dan jgn pernah putus doanya. Tumpahkan saja segala unek2, harapan, kecemasan kepada Nya. Sebenarnya pilihan yang buruk itu tidak pernah ada, semua itu tergantung dari bagaimana kita menyikapi pilihan kita ketika apa yg kita pilih tidak sesuai dengan yang kita kehendaki. ya seperti kata mas Tototapalnise bilang selalu berbaik sangka kepada Alloh.

    Makanya sebelum memilih pastikan benar mas fajar sudah yakin dengan pilihan mas fajar, berkomitmen dan siap menjalani apapun resikonya nanti dengan terus mengharap ridho Alloh atas keputusan mas fajar. Sehingga tidak akan terjadi penyesalan di belakangnya. Kalau masih ada keraguan, lebih baik ditinggalkan saja. Karena begitu menikah, akan banyak cobaan2 yg datang mas.heheheheh…..:D

    Posted by Koki Imut | September 30, 2011, 4:13 am

Tinggalkan pesan :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 10,119 Ciluk baaa!!

Ragam Tulisan

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Alexa Certified Site Stats for indonesiakusociety.wordpress.com
%d bloggers like this: